Sabtu, 26 Januari 2013

Manisan ubi jalar

Ubi jalar adalah salah satu jenis umbi-umbian yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat luas sebagai bahan makanan. Ketersediaannya di pasaran melimpah dan tidak mengenal musim. Namun sayang pemanfaatan ubi jalar ini belum terlalu bervariasi sehingga harga di pasaran pun relatif murah. Bagaimana upaya untuk menyiasati harga yang murah? Salah satu solusinya adalah mengolah ubi jalar ini menjadi produk makanan yang lebih menarik dan memiliki rasa yang enak. Di samping itu dengan diolah lebih lanjut, masa simpan ubi jalar menjadi lebih tahan lama. Oleh karena itu pembuatan Manisan Kering Ubi Jalar ini masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan atau usaha sampingan.
Manisan kering ubi jalar merupakan irisan ubi yang telah menyerap gula dikeringkan. Kadar air yang rendah dan kadar gula tinggi menyebabkan bahan tahan lama disimpan. Seperti manisan buah, pembuatan manisan ubi jalar tidak sulit dilakukan.
Pengolahan dapat dilakukan dengan alat-alat sederhana, dengan cara yang mudah dan biaya murah.
BAHAN PEMBUATAN MANISAN KERING UBI JALAR
  • Ubi jalar.
  • Gula.
  • Asam sitrat.
  • Natrium bisulfit.
PERALATAN DALAM PEMBUATA MANISAN KERING UBI JALAR
  • Pisau dan talenan.
  • Timbangan.
  • Panci tahan asam.
  • Pengering.

CARA PEMBUATAN MANISAN KERING UBI JALAR :

Pengupasan dan Pengirisan. Umbi dicuci, kemudian dikupas. Setelah dikupas, umbi dicuci kembali. Umbi yang telah dikupas dan dicuci bersih dipotong-potong dengan ketebalan 5mm, panjang 30 mm, dan lebar 30 mm.
Perendaman dengan senyawa sulfit. Umbi yang telah dipotong harus segera direndam di dalam larutan natrium bisulfit 2000 ppm (2 gram natirum bisulfit dilarutkan di dalam 1 liter air). Perendaman berlangsung selama 1 jam.Setelah itu umbi ditiriskan.
Penyiapan larutan gula 30°Brix. Untuk membuat larutan gula 30°Brix sebanyak 1 liter dilakukan sebagai berikut. Gula halus sebanyak 300 gram dimasukkan ke dalam panci, kemudian ditambah air sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai semua gula larut dan volume menjadi 1 liter. Larutan ini ditambah dengan asam sitrat sebanyak 10 gram. Setelah itu larutan dimasak sampai mendidih.
Perebusan dan perendaman di dalam larutan gula. Potongan umbi yang telah direndam di dalam sulfit dan telah ditiriskan dimasukkan ke dalam larutan gula mendidih. Umbi dibiarkan di dalam larutan tersebut selama 10 menit. Kemudian api dimatikan, dan potongan umbi dibiarkan terendam di dalam larutan gula tersebut selama 24 jam. Selama perendaman, harus dilakukan pengadukan sekali 4 jam. Setelah itu umbi ditiriskan.
Pengeringan. Setelah ditiriskan, umbi dikeringkan dengan alat pengering pada suhu 60°C selama 4 jam sampai kadar air di bawah 20% dengan tanda kisut, dan berkurangnya volume umbi menjadi sepertiga semula.
Pengemasan. Manisan umbi dikemas di dalam kantong plastik atau didalam kotak plastik kaku. Produk ini dapat disimpan lama.
Sumber : binaukm.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar